Sharing: Pengalaman nulis resensi di SMA

Jaman SMA emg paling indah, tapi di sekolah aku dulu udah ngajarin sistem perkuliahan. Dimana sekolah aku ngebiasain siswa siswinya untuk buat laporan ilmiah yang dinamain BUGEMM yang wajib banget di buat selama kelas 10 dan kelas 11. Jadi konsepnya belajar sambil punya tugas akhir yaitu BUGEMM. kegiatan BUGEMM sendiri merupakan singakat dari Budaya Gemar Membaca dan Menulis yang di buat oleh SMA ku dulu, yaitu SMA Negeri 17 Palembang.
Nahhh yang bingung BUGEMM apaan siihh?, nah BUGEMM sendiri itu kalo diperkuliahan kira-kira sama kayak skripsi. di semester satu ngajuin Bab 1-3 trus nanti di semester 2 ngajuin Bab 4-5. jangan dikira buat-buat aja, kita ada pembimbing dan pengujinya juga. 

Sama kaann kek skripsi.

Nah tapi di kelas 12 dulu diizinin buat pilih antara buat resensi buku atau buat karya tulis. jadinya buat resensi karena takut ribet buat karya tulis ber-bab bab ceunah.

Nah untuk temen-temen yang sekiranya lagi bingung buat resensi, ini ada contohnya.
dan dulu ini dikonsulin sama guru pembimbing juga jadi ya insya allah ada bener-benernya dari contoh resensi ini hehehehe.
tapiii kalo ada kesalahan mon maap yaaa, dan jgn segan untuk komen letak kesalahannya di bawah.
(maaf kalo gambar bukunya ga muncul)


             AromaTubuh Sebagai Indikator Kesehatan
Oleh Siti Utari Farah Anisah

                                Judul                      : Aroma Tubuh Sebagai Indikator                                                                        Kesehatan
                                Penulis                   : Sheila Wijaya
                                Penerbit                 : FlashBook
                                Tahun                    : 2015
                                Jumlah Halaman   : 148 Halaman
 
      Bau napas atau mulut (halitosis) merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan bau tidak sedap yang keluar dari mulut saat mengeluarkan udara, baik ketika berbicara maupun bernapas,Memiliki bau mulut merupakan sebuah petaka,bukan karena terjangkit suatu penyakit yang parah,melainkan dapat dijauhi orang lain hal ini akan menimbulkan rasa minder pada seseorang yang mengalaminya,Bau napas yang bersifat akut disebabkan oleh mulut yang kering, stres, berpuasa, dan mengonsumsi makanan yang berbau khas, seperti petai, durian, bawang merah,atau bawang putih. Memakan makanan yang mengandung sulfur juga akan memicu bau mulut.
       Menurut para ahli,bau mulut disebabkan oleh bakteri yang tumbuh di dalam mulut.Bila gigi tidak dibersihkan secara teratur, bakteri akan menumpuk pada mulut dan menyelinap diantara gigi-gigi. Senyawa dari bakteri ini membuat bau napas menjadi tidak sedap. Makanan tertentu, seperti makanan yang mengandung minyak pedas juga dapat memberikan kontribusi pada bau mulut.
       Ada banyak penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui bakteri-bakteri spesifik penyebab bau mulut tersebut.Meskipun penyebab bau mulut belum diketahui secara pasti, tetapi kebanyakan dari bau tersebut akibat dari sisa makanan yang rterdapat dalam mulut.
     

    Kebanyakan dari bakteri-bakteri tersebut bermukim di leher gigi, bersatu dengan plak dan karang gigi, juga berada dibalik lidah karena daerah tersebut merupakan dearah yang aman dari kegiatan mulut sehari-hari. Bakteri tersebut memproduksi toksin atau racun
dengan cara menguraikan sisa makanan dan sel-sel mati yang terdapat di dalam mulut. Racun inilah yang menyebabkan bau mulut pada saat bernapas.
      Disadari atau tidak, setiap orang tentunya pernah mengalami masalah halitosis (bau mulut). Bau mulut terjadi disebabkan karena ada suatu masalah di dalam mulut. Untuk itu, akan sangat membantu jika kita mengunjungi dokter gigi untuk memastikan penyebabnya kemudian dicari solusinya atau penyembuhanya.
      Selain itu, kebersihan mulut kurang sempurna juga menyebabkan bau mulut, karena kebanyakan dari kita menyikat gigi hanya 40 detik. Selain penjelasan tersebut, terdapat juga beberapa penyebab yang bisa mengakibatkan bau napas atau mulut, di antaranya ialah sebagai berikut.
   Layaknya sindrom lemak maupun penyakit kuning, masalah hati juga bisa memicu bau napas tidak sedap.sebab, organ hati memiliki peran penting dalam metabolisme lemak.
Sariawan kerap kali dianggap sebagai penyebab dari terjadinya bau napas. Hal ini memang benar adanya. Sebab, ketika mulut seseorang sedang mengalami sariawan, terdapat pembentukan nanah dan infeksi pada mulut.
   Jika seseorang sedang mengalami gusi berdarah,maka hal tersebut perlu diperhatikan.sebab, bekas gusi berdarah terkadang menumpuk di dalam mulut, sehingga mengakibatkan munculnya bau tidak sedap dari dalam mulut.Apabila seseorang menderita infeksi tenggorokan,bakteri kadang-kadang memecah menjadi sel-sel dari saluran bronkial dan menghasilkan lendir yang berbau tidak sedap yang dikeluarkan oleh mulut.
   Kriptus adalah penyebab halitosis. Kriptus terletak di lubang amandel. Bila amandel menggumpal dan terlalu lebar, bau tidak sedap akan berkumpul pada lubang-lubang tersebut. Selain dari 5 hal tersebut ada factor lain yang merupakan penyebab bau mulut, antara lain alcohol, tonsil, makanan beraroma tajam,factor genetika, gigi rusak dan Gangguan perut.
    Bau Mulut, dalam hal ini, penyakit yang dimaksud ada dua, yakni bau napas sebagai akibat dari penyakit tertentu dan bau mulut sebagi pertanda atau gejala dari penyakit. Penyakit penyakit yang dapat menyebabkan bau napas di antaranya adalah gangguan hati, gagal ginjal, infeksi terggorakan dan kanker usus.
            Menurut DR.M.Arman Nasution, dari rumah sakit pusat pertamina, Jakarta, bau napas yang tidak sedap tidak hanya disebabkan oleh konsumsi makanan berbau khas, tetapi juga bisa mengindikasikan adanya gangguan pada gigi, radang di daerah mulut, atau bahkan gangguan pada saluran pencernaan.
            Lalu, bagaimana cara mendeteksi bau napas? Untuk mengetes bau napas, umumnya seseorang mencium bau napasnya sendiri.Wajar memang jika seseorang tidak menyadari punya masalah bau mulut, karena otak terbiasa dengan aroma pribadi sehingga otak mengira bau sehari hari adalah bau yang wajar.
            Apabila anda ingin mengetahui cara untuk mengetes bau napas, dianjurkan untuk mendeteksi bau mulut sendiri dengan dua cara, pertama cek lidah, hal pertama yang harus anda lakukan ialah mengecek lidah. Apabila lidah berwarna pink atau merah muda dan mengkilap, berarti itu menunjukan bahwa napas anda segar.
Kedua, menjilat punggung tangan, banyak orang yang meniup tangannya kemudia menciumnya untuk mengetahui bau napasnya, padahal, cara ini tidaklah efektif, sebaliknya anda bisa melakukannya dengan cara menjilat punggung tangan anda sendiri, kemudian biarkan sehingga kering selama beberapa detik, alntas cium permukaanya. Apabila berbau tidak sedap, maka anda mengalami halitosis (bau mulut).
Bau mulut memang identik denga kondisi kesehatan gigi yang buruk,. Bau napas juga berhubungan dengan lidah. Sebab l bau napas ini mencapai lebih dari 600 jenis bakteri di mulut dan ada juga yang menempel di lidah. Biasanya gangguan napas tidak sedap dianggap sebagai sesuatu yang biasa, banyak orang yang tidak mempersoalkannya, padahal biasa saja seseorang yang mengalami bau napas sedang mengalami penyakit yang mematikan, seperti kanker atau diabetes.
Untuk itu, kita tidak boleh meremehkan bau napas yang kurang sedap, karena bisa jadi hal itu disebabkan banyak penyakit yang bersarang di tubuh kita. Jadi bau napas dapat digunakan sebagai alat untuk mendeteksi adanya kemungkinan penyakit di dalam tubuh. Untuk itu, anda patut curiga juga aroma napas anda tidak sedap, padahal tidak mengonsumsi makanan atau minuman obat tertentu.
Mendeteksi penyakit lewat nbau napas bukanlah hal baru. Tim peneliti dari rumah sakit baru, italia, dilaporkan telah menemukan tes terbaru yang cukup akurat untuk mendeteksi penyakit kanker, tim penelitinya hanya menggunakan tes bau napas untuk mendeteksi adanya indikasi kanker, angka akurasi dari tes ini mencapai 76 persen. Tim yang dipimpin oleh donato altomare ini membandingkan bau napas 37 pasien penderita kanker perut denga 41 responden sehat. Hasilnya alat tes bau napas itu cukup akurat untuk mengidentifikasi penderita kanker lambung.
Teknologi pendeteksi bau napas didasarkan pada teori bahwa tumpr memproduksi sejumlah zat organic yang tidak ditemukan pada tubuh orang sehat. Belakang ini juga, para ilmuan telah berhasil mengebangkan sebuah alat terbaru yang bernama Breathlink. Alat yang dinamakan Breathelink itu sangat diharapkan untuk bisa mengurangi penggunaan mammogram yang selama ini selalu dipakai untuk mendeteksi keberadaan kanker dalam tubuh.
Pada praktiknya, seorang pasien wanita hanya cukup bernapas dengan santai saja dengan menggunakan breathlink selama dua menit. Setelah itu, hasilnya akan didapatkan.
Sama seperti bau mulut, bau tubuh juga berguna dalam dunia sebagai dunia kesehatan, yaitu sebagai reseptor berbagai penyakit atau sebagai alat untuk mendeteksi penyakit. Bau tubuh adalah istilah yang digunakan pada setiap bau tidak menyenangkan yang keluar dari dalam tubuh manusia.
  Berikut adalah beberapa penyebab bau tubuh.
  1. Stress.
  2. Jarang ganti pakaian dalam.
  3. Kelainan genetic langka (trimethylaminuria).
  4. Alkohol.
  5. Ketidakseimbangan diet.
  6. Gejolak hormon.
Berikut adalah penyakit penyakit yang dapat dideteksi dari bau napas dan tubuh
  • Diabetes.
  • Kanker kelenjar getah bening.
  • Kanker paru paru.
  • Preeklampsia.
  • Kanker Kulit.
  • Infeksi Saluran Kemih.
  • Radang Amandel.
  • Penyakit level.
  • Gagal ginjal.
  • Kanker Lambung.
  • Kanker Usus besar.
  • Hepatitis.
Buku ini memilihi kelebihan di buku lain dalam aspek. Buku ini memiliki isi yang menarik bagi kaum awam maupun professional, buku ini membahas hal-hal yang ternyata tak terduga menjadi sesuatu hal yang sangat penting yang bahkan bisa menyelamatkan nyawa seseorang.
Buku ini memiliki konten yang detil dan berdasarkan teori-teori para ahli, dan juga terdiri kalimat yang saya nilai sistematis dan membahas hal dari yang bersifat “Induksi” menjadi “konduksi”, sehingga bagi yang awam bisa memahami bagian pembahasan bab yang masih bersifat klasifikasi umum, sedangkan bagi yang sudah professional, bisa membaca bagian yang bersifat konduksi, yaitu membahas hal dari yang bersifat klasifikasi umum menjadi klasifikasi khusus.
Tingkat analisis atau pemahaman pada buku ini berada pada level yang normal, sehingga bisa dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. Dan walaupun memiliki Bahasa ilmiah, setelah kalimat tersebut pasti diberikan definisi dari Bahasa ilmiah tersebut.Saya merekomendasikan buku ini untuk seluruh khalayak, karena buku ini bisa menjadi panduan untuk melihat indikator tingkat kesehatan tubuh kita, konten nya yang menarik, dan bermanfaat merupakan poin penting yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.
Kekurangan dari buku ini dalam aspek berupa, kurangnya gambar pada buku dan kertasnya kurang tebal, sehingga mengakibatkan pembaca yang kurang hati-hati akan mengakibatkan buku ini sobek dengan mudah.
Buku ini sebaiknya pada edisi penerbitan selanjutnya buku ini menggunakan kertas yang lebih tebal agar tidak mudah sobek, dan menambahkan beberapa gambar yang dapat membuat buku menjadi lebih interaktif, sehingga ketika pembaca membaca buku tersebut, tidak akan terkesan hambar.


Comments

Popular posts from this blog

My First MUN!